30 Jan 2017
Diet Gagal Terus, Berat Badan Tidak Turun, Kenapa Ya?
SHARE

Pernahkah kamu merasa sudah mati-matian diet tapi nggak hasil? Sudah mengurangi makanan, tapi kok berat badan nggak turun-turun dan timbangan di angka itu saja? Apa sih yang salah? Mengapa diet yang dilakukan selalu gagal?

 

Dr. Sara Gottfried, seorang penulis buku “The Hormone Reset Diet” mengatakan bahwa perasaan kecewa karena sering diet tapi gagal, adalah hal yang wajar. Karena itu, kamu harus tahu apa penyebab kegagalan diet tersebut, dan nggak boleh patah semangat!

 

Diet itu Masalah Hormonal

Menurut penelitian Dr. Gottfried, yang membuat berat badan kita turun atau tidak adalah tergantung pada hormon. Hormon yang tidak seimbang, memiliki efek yang besar terhadap turun-naiknya berat badan kita. Sepanjang 25 tahun karir dan penelitiannya, Dr. Gottfried mengatakan bahwa 99% berat badan dipengaruhi hormon dibanding kalori. Meskipun jumlah kalori memengaruhi, tapi hormonlah yang paling menentukan. Hormon yang mengontrol kalori itu bikin berat badan kamu naik atau turun. Hampir semua orang yang struggling sama berat badan, memiliki hormon yang nggak seimbang.

 

Banyak orang yang gagal diet, karena tubuhnya kurang memiliki sistem kontrol yang baik terhadap hormon-hormon seperti kortisol, insulin, estrogen, thyroid, HPA (Hypotalamic-Pituitary-Adrenal), atau memiliki testosteron yang rendah. Ketika tubuh nggak bisa mengontrol hormon-hormon tersebut, kamu akan merasa cepat lelah, mudah marah, sering lapar (yang bikin kamu pingin makan terus), dan akhirnya berat badan pun bertambah.

 

 

Faktor Emosional Juga Menentukan, Lho!

Nggak hanya hormon, tapi faktor emosional juga menentukan sukses atau tidaknya diet kamu, lho. Kita sering berpikir bahwa aspek fisik seperti olahraga atau mengatur pola makan adalah yang paling penting untuk menurunkan berat badan. Padahal, kesehatan emosional, mental, sosial, dan spiritual juga penting banget. 

 

Dr. Gottfried mengatakan bahwa sepanjang karirnya sebagai dokter, 80% pasiennya gagal menurunkan berat badan karena sering stress, terlalu banyak pikiran, dan nggak bisa rileks saat menjalani diet. Coba deh ngaku, berapa banyak di antara kita yang saat diet merasa bersalah karena makan ini dan itu?

 

Ketika kita sedang makan tapi dihantui rasa bersalah misalnya “Seharusnya aku nggak makan ini,” atau “Tuh kan makan burger, gagal lagi deh dietnya,” dan hal-hal semacam itu, kita akan merasa bersalah dan ini memancing hormon kortisol kita naik. Kita jadi stress, dan berat kita malah tidak turun.

 

Mengatur Ulang Metabolisme Tubuh

 

Kita kan sudah tahu bahwa hormon dan faktor emosi itu penting banget untuk menyukseskan diet kita. Intinya, kita harus mengatur ulang sistem atau metabolisme tubuh agar tidak diet dengan sia-sia. Dr. Gottfried berkata bahwa untuk membuat hormon kita back on track, ada bebrapa hal yang harus kita ubah yaitu cara makan, olah tubuh, berpikir, dan suplemen.

 

                Ubah cara makan dan minum. Kurangilah makanan instan dan processed foods, jauhi gula, dan hindari alkohol. Perbanyak makan buah dan sayur, dan mulai sekarang, minumlah minuman sehat seperti cold-pressed juice, dan lakukan detox agar racun-racun dalam tubuh dapat terbuang.            

 

                 Lakukan olahraga dengan target. Kamu nggak harus punya target besar, tapi buatlah target yang bisa kamu capai agar kamu selalu semangat setiap harus olahraga. Untuk kamu yang punya masalah kortisol, thyroid, atau HPA, cobalah yoga, pilates, dan ikut dance class. Kamu juga bisa lakukan cross train, tai chi, lari, atau jalan pagi atau sore dengan total 30 menit setiap harinya. Pokoknya, pilihlah olahraga yang paling kamu suka dan enjoy melakukannya. Pastikan kamu olahraga minimal 3-4 kali dalam seminggu.

 

                Minum suplemen. Untuk meningkatkan hormon, kamu bisa mengonsumsi suplemen. Dr. Gottfried merekomendasikan beberapa suplemen seperti Cortisol Manager untuk mengatur kortisol, Berberine unutk membantu melancarkan metabolisme tubuh, dan Di-Indole Methane (DIM) yang memiliki khasiat seperti sayur-sayuran. Konsultasikanlah pada ahli gizi sebelum mengonsumsi suplemen, tanyakan padanya suplemen apa yang cocok buat tubuh kamu.

 

                Rileks, rileks, rileks! Jangan terlalu menekan dirimu saat diet. Jika kamu sudah tau bahwa menu dietmu benar, pola makanmu sudah dijaga, kamu rajin olahraga dan minum suplemen, hal terakhir yang harus kamu lakukan adalah rileks. Jalani semuanya dengan santai dan tidak terbeban. Kamu bisa treat dirimu dengan menonton bioskop, jalan-jalan bersama teman (jangan jajan dessert tapi ya, hehe), atau melakukan gratitude prayer dan meditasi setiap pagi. Stay happy, stay healthy!­­­­­

 

 

 

Sumber foto : Momjunction.com, dok. Urban Remedy Indonesia